Archive for the ‘Artikel Kepemanduan’ Category

MAHASISWA IDEAL

Mahasiswa ideal : Mahasiswa yang harus memahami, menyadari, dan menjalankan peranan dirinya sebagai mahasiswa.

Skema integritasi mahasiswa

MAHASISWA   (takut kepada)     Dosen     (takut kepada)      Rektor     (takut kepada)      Menteri

Menteri               (takut kepada)    Presiden    (takut kepada)       MAHASISWA

Ciri-ciri mahasiswa ideal :

1. Memiliki wawasan yang luas.

Seorang mahasiswa dituntut untuk megerti dan menyadari keadaan di sekitarnya. Wawasan yang luas tidak hanya didapat dari ilmu yang dipelajari di perkuliahan saja, melainkan juga bisa didapat dari lingkungan sekitar.

2. Mampu membagi waktu.

Masa kuliah merupakan masa-masa yang terdapat banyak waktu luang. Tinggal bagaimana mahasiswa itu sendiri dapat mengatur waktu yang dimilikinya, seperti untuk kuliah, organisasi, hobi, refreshing, dan pacaran. Mahasiswa yang mampu membagi waktunya dengan baik, kelak akan menjadi seorang mahasiswa yang ideal.

3. Memahami seluk beluk tempat menuntut ilmu.

Kampus, tempat mahasiswa menuntut ilmu menyimpan banyak cerita yang tidak akan terlupakan. Untuk menjadi mahasiswa ideal, mahasiswa harus mengerti seluk-beluk tempat menuntut ilmunya tersebut. Mulai dari dosen yang mengajar, ruangan belajar, fasilitas yang tersedia. Dengan mengetahui secara detail, mahasiswa akan mudah mengakses hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan perkuliahan.
(more…)

Advertisements

Waktu itu Abstrak.

Banyak sifat-sifat waktu, ada yang mengatakan waktu adalah uang ada juga yang mengatakan waktu adalah pedang. Tinggal bagaimana kita menggunakan dan memperlakukan waktu yang kita miliki.

Naa ni gue sharing dikit ttg management waktu yee, soalnya gw jg galau soal management waktu.. moga2 bermanfaat..

Pernahkah Anda merasa pada saat bekerja jarum jam sudah menunjukkan pukul 11 menjelang makan siang padahal Anda belum sempat menyelesaikan satu pekerjaan pun. Sibuk tapi rasanya pekerjaan tidak produktif? Satu hal yang harus disadari bahwa kesibukan tidak sama dengan menjadi produktif. Anda bisa saja menghabiskan sekian jam tanpa menghasilkan apa-apa. Sounds familiar? Ada beberapa prinsip yang sebaiknya Anda pertimbangkan dalam manajemen waktu sehingga Anda bisa bekerja efektif:

1. Menyusun Rencana

Ada ungkapan yang mengatakan ”If you fail to plan, you plan to fail”. Apabila Anda menjalani hari Anda tanpa ada gambaran apa yang harus dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya, Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu Anda bertanya ”Apa yang harus saya kerjakan sekarang ya?”. Rencana memberikan peta apa yang ada dihadapan Anda hari itu. Alokasikan sedikit waktu untuk menyusun rencana sehingga Anda bisa mengelompokkan tugas-tugas yang sesuai dan memberikan prioritas serta waktu pengerjaannya.

Susunlah rencana di pagi hari atau hari sebelumnya. Anda bisa mulai dari catatan kecil saja atau bahkan menyusunnya di kepala untuk sekedar memberikan sinyal kepada otak mengenai apa yang harus Anda selesaikan hari itu.

Gunakan strategi yang cerdas dalam menyusun rencana. Kapan biasanya Anda merasa energi Anda tinggi, baik mental maupun fisik? Buat saya biasanya waktu antara jam 14:00 sampai 16:00 adalah saat dimana saya sedang ”on fire”. Disaat itu saya manfaatkan untuk memulai atau menyelesaikan tugas-tugas dengan prioritas tinggi. Waktu yang tersisa biasanya saya gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dengan prioritas lebih rendah.

Rencana tidak bersifat kaku dan selalu terbuka untuk adjustment kapanpun. Jangan lupa untuk menyisipkan waktu untuk istirahat. Pada prinsipnya, Anda melakukan manajemen diri untuk Anda sendiri. Belajar mengelola waktu adalah latihan yang bagus untuk disiplin diri.

2. Fokus

Seringkali dalam bekerja kita membiarkan diri kita larut dalam beberapa pekerjaan sekaligus, istilahnya multi-tasking. Mungkin Anda mencoba menyenangkan boss Anda dengan mengiyakan semua permintaannya, tapi tanpa Anda sadari sebenarnya Anda justru membebani diri Anda dengan stress dan belum tentu juga apa yang Anda kerjaan akan berkualitas bagus.

Mengerjakan dua hal pada saat bersamaan bukan saja membagi perhatian Anda tetapi juga membuat Anda kurang fokus yang akibatnya butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Fokus dalam bekerja membuat kita lebih produktif dan mengurangi beban stress. Buat skala prioritas apabila Anda harus menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam kurun waktu yang bersamaan.

3. Hindari Interupsi

Dua hal dalam dunia kuliah/kerja sekarang ini yang  sering menjadi sumber interupsi adalah: telepon dan email. Tentu saja interupsi ini tidak bisa dihindari tetapi gunakan keahlian Anda dalam manajemen diri untuk menanganinya:

  • Jawab telepon dari orang-orang yang berkepentingan saja pada saat Anda sedang fokus bekerja. Apabila Anda harus terpaksa menjawab, usahakan waktunya seminimal mungkin. Anda bisa menelepon balik ketika Anda sudah agak bebas.
  • Cek email disaat-saat tertentu saja. Okay, ini tentunya sangat berat. Anda bisa coba. Apabila tidak mungkin, usahakan untuk tidak menjawab semua email tiap kali itu datang. Jawablah email yang berkaitan dengan pekerjaan Anda saat itu dan hindari multi-tasking.

Manajemen diri erat kaitannya dengan bagaimana Anda mengatur waktu Anda sehari-hari. Jangan biarkan faktor-faktor eksternal mengganggu produktifitas Anda. Apabila Anda produktif bukan hanya Anda sendiri yang senang tapi juga boss Anda (kalo ada). Hidup Anda lebih mudah dan stress pun berkurang…

Ikuti percakapan tentang pengembangan diri di Twitter: @jyermiya

Hallo Sobat Spytwin, masih setia mantengin kita kan, hhe narsis detected nih. Kita hadir lagi menyajikan materi tentang Kedisiplinan yang disampaikan oleh Mas Adit di depan ruang E101 FMIPA UNDIP yang biasa kamu tempati untuk kuliah LI dengan dosen Pak Ton (Suhartono, M.Kom). Hhe, namun kasian kakak pemandu kita yang satu ini, karena sebekum kumpul ada segerombolan mahasiswa yakni para seeker tanda tangan dan biodata. ehm, belum pada tau ya, gini nih aku ceritakan dulu. Jadi kita(mahasiswa teknik Informatika Universitas Diponegoro tingkatan 2011) diminta oleh kakak tingkat tepatnya INTEL untuk berkenalan dengan kakak tingkat (sampai 2004), tiap tingkatan ada quota minimal yang harus kita tembus.

Next. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar orang mengatakan bahwa si X adalah orang yang memiliki disiplin yang tinggi, sedangkan si Y orang yang kurang disiplin. Sebutan orang yang memiliki disiplin tinggi biasanya tertuju kepada orang yang selalu hadir tepat waktu, taat terhadap aturan, berperilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku, dan sejenisnya. Sebaliknya, sebutan orang yang kurang disiplin biasanya ditujukan kepada orang yang kurang atau tidak dapat mentaati peraturan dan ketentuan berlaku, baik yang bersumber dari masyarakat (konvensi-informal), pemerintah atau peraturan yang ditetapkan oleh suatu lembaga tertentu (organisasional-formal).

Suatu sikap disiplin akan membuat suatu pola kehidupan dari bangun tidur hingga seseorang tidur lagi. Mengapa membangun suatu sikap disiplin itu sangat susah? Hal ini dikarenakan rasa malas yang ada dalam diri kita. Tidak ada kata terlambat untuk manerapkan sikap disiplin. ini ada

beberapa tips untuk membangun sikap disiplin dalam diri kita

yaitu:

  1. Anggaplah segala sesuatu itu penting.
  2. Kesadaran hati dan diri
  3. komitman
  4. membiasakan diri

Nah itulah tips dari kami, semoga bermanfaat dan kita bisa mengaplikasikan hal-hal di atas. ^_^

By: Rohmaniah Utami

Materi Kepemanduan 02

Posted: October 20, 2011 in Artikel Kepemanduan

KEBERSAMAAN, KESATUAN, DAN KESETARAAN

KEBERSAMAAN     : Menjalin hubungan dengan (banyak) orang dan senantiasa menjalankan aktivitas bersama-sama dan demi mencapai suatu tujuan tertentu.

KESATUAN              : Menjalin hubungan dengan (banyak) orang dan berprinsip satu, dalam artian dimana setiap anggotanya saling melengkapi membentuk suatu kesatuan.

KESETARAAN         : Menjalin hubungan dengan (banyak) orang berdasarkan latarbelakang yang sama dengan mendapatkan perlakuan yang sama, tanpa adanya kesenjangan sosial.

Jika dipadukan, Kebersamaan, Kesatuan, dan Kesetaraan mempunyai makna menjalin hubungan antar sesama manusia atas dasar kekeluargaan dan mempunyai rasa senasib sepenanggungan.

Berapa  satu ditambah satu ( 1 + 1 ) menurut kalian ?

Diantara dari kami ada yang menjawab bahwa :

1.  Satu ditambah satu ( 1 + 1 ) jika dilihat dari Bidang Ekonomi itu samadengan 5.

Karena  dalam Bidang Ekonomi mencari untung sebanyak-banyaknya.

2.  Satu ditambah satu ( 1 + 1 ) jika dilihat dari Bidang Sosial itu sama dengan 3.

Karena diibaratkan dengan Ayah menikah dengan Ibu akan menghasilkan Anak.

3.  Satu ditambah satu ( 1 + 1 ) jika dilihat dari Bidang Sains itu samadengan 2.

Karena dalam ilmu Sains dan  kaidah hukum asli penjumlahan adalah samadengan 2.

Tapi yang dimaksud bukan seperti itu.

Yang dimaksud adalah bahwa satu ditambah satu ( 1+ 1 ) sama dengan satu ( 1 ).

Mengapa bisa begitu?

Dalam hal ini kita membahas Prodi Teknik Informatika Universitas Diponegoro  atau disingkat dengan IF UNDIP.

Karena IF merupakan satu keluarga yang selalu bersama, saling bersatu, dan dengan dasar Kebersamaan, Kesatuan, dan Kesetaraan.

Mempunyai teman satu, satu demi satu, jika berkumpul maka akan tetap satu.

Mempunyai teman walaupun hanya  satu, tetapi tetap membentuk satu kesatuan.

Mempunyai teman walaupun berasal dari berbeda-beda daerah juga kita tetap satu.

Kemana-mana IF selalu bersama.

1.  Kebersamaan dalam hal positif.

Semua anak IF dari berbagai angkatan akan senantiasa selalu bersama-sama dibidang

Akademik maupun Non-Akademik untuk bersama-sama meraih prestasi dibidang tersebut.

2.  Kesatuan

Kita semua anak Teknik Informatika sudah menjadi satu kesatuan. Layaknya Bhineka

Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu jua.

3.  Kesetaraan

Tidak harus sama, kita bersama karena prinsip kesetaraan, kita diajarkan untuk saling

menghormati antar angkatan satu dengan yang lain dan mengkondisikan bahwa teman

diibaratkan seperti satu keluarga.

 

By: Reza A.

Assalaamu’alaykum..

Hallo kawan-kawan? Gimana punya kabar? =)
Kali ini penulis ingin share materi kepemanduan. Nah untuk pertemua pertama ini, kami(Kepemanduan 12/ Spytwin) mendapat materi tentang “Tata Krama di Kampus”. Kepemanduan pertama kami dibimbing oleh pemandu yang lengkap yakni Mas Adit (Aditya Nugroho) dan Mas Rana(Fradyarana). Kami kumpul di Taman MIPA.

Saat itu kami diajari agar kami disiplin. Kita harus membudayakan yang namanya disiplin. Kakak pemandu tidak hanya omdo (omong doang) tapi memang udah beliau buktikan, contohnya pada pertemuan kepemanduan ketiga. Kami kumpul di Radja Penyet jam 18.30 dan sewaktu penulis tiba (jam 18.30an) sang kakak sudah tiba di sana d^^b.

kumpul pertama kami membicarakan bagaimana etika kita kepada dosen, cara menelephon, dan SMS. Jadi sebaiknya sebelum kita menelephon dosen kita SMS dahulu bersediakah di telephon (ya kan dosen banyak acara, jadi sebaiknya kita mengetahui kesiapan dosen untuk kita telephon, jangan sampai pada saat beliau ada rapat trus hapenya bordering-dering karena kita telephon –yang akan membuat beliau tidak nyaman-).

Kalau mau SMS yang harus kita lakukan ialah mengucapkan salam (terserah deh kek apa yang penting sopan dan ya liat karakter dosen ajalah), mengucapkan maaf karena kita telah mengganggu(menyita) waktu beliau, memperkenalkan diri(nama, kelas, dan semester berapa), isi SMS, mengucapkan terimakasih.

Untuk hal di atas penulis jadi teringat sesuatu, yakni 3 kata megic yakni maaf, terimakasih, dan… (kok penulis lupa ya satunya apa, hhe ^^V, yang tau komen ya, hhe).

Di sana kita bias sharing sama kakak pemandu. Tanya-tanya boleh. Waktu awal dulu penulis bertanya-tanya sebenarnya untuk apa sih kepemanduan itu. Nah terjawab sudah, kepemanduan yang akan memandu atau membimbing kita sewaktu kita menjadi orang baru yang memasuki dunia baru. Katanya sih kepemanduan berjalan satu semester, tapi entahlah penulis juga kurang tau.

Saat itu penulis juga bertanya bagaimanakah karakter dosen-dosen yang mengajar kami. Kakaknya dengan baik menjelaskan bagaimana karakteristik dari tiap-tiap dosen kecuali yang belum pernah mengajar beliau.

Sepertinya sekian dulu yang dapat penulis ceritakan. Kalo ada kekurangan mohon ditambahi dan jika ada kelebihan mohon dibagi-bagikan, hhe.

Wassalaamu’alaykum ^^

By: Masdhiana S.

Perangkat keras

Posted: October 18, 2011 in Artikel Kepemanduan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bagian papan induk (motherboard) dari suatu perangkat keras komputer.

Perangkat keras komputer adalah semua bagian fisik komputer, dan dibedakan dengan data yang berada di dalamnya atau yang beroperasi di dalamnya, dan dibedakan dengan perangkat lunak (software) yang menyediakan instruksi untuk perangkat keras dalam menyelesaikan tugasnya.

Batasan antara perangkat keras dan perangkat lunak akan sedikit buram kalau kita berbicara mengenai firmware, karena firmware ini adalah perangkat lunak yang “dibuat” ke dalam perangkat keras. Firmware ini merupakan wilayah dari bidang ilmu komputer dan teknik komputer, yang jarang dikenal oleh pengguna umum.

Komputer pada umumnya adalah komputer pribadi, (PC) dalam bentuk desktop atau menara kotak yang terdiri dari bagian berikut:

Sebagai tambahan, perangkat keras dapat memasukan komponen luar lainnya. Di bawah ini merupakan komponen standar atau yang umum digunakan.

Untuk hardware sebenarnya penulis ingin menyusun artikel dari Pelatdas Komputer 2011, namun karena waktu yang sungguh sedikit penulis baru bisa mengkopaskan materi dari Wikipedia. semoga artikel ini bisa menambah pengetahun kita. ^_^

http://id.wikipedia.org/wiki/Perangkat_keras

By: Masdhiana S.

Perangkat lunak

Posted: October 18, 2011 in Artikel Kepemanduan

Assalaamu’alaykum…

Maaf kawan-kawan karena sibuk (sedikit-sedikit Fesbuk) (cieee, sibuk atau sok sibuk, hha). ya itulah pokoknya, blog ini kurang terawat. maaf juga baru diupdate. sebenarnya juga pengen segera mempermak dan update ni blog, tapi terbentur wawasan yang masih cetek dan ilmu yang masih dangkal, jadi ini penulis copas artikel. hhe ^^V

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Software)

Perangkat lunak adalah istilah umum untuk data yang diformat dan disimpan secara digital, termasuk program komputer, dokumentasinya, dan berbagai informasi yang bisa dibaca dan ditulis oleh komputer. Dengan kata lain, bagian sistem komputer yang tidak berwujud. Istilah ini menonjolkan perbedaan dengan perangkat keras komputer.[1][2][3]

Di bawah ini ada beberapa contoh macam perangkat lunak, yaitu:

Perangkat lunak aplikasi (application software) seperti pengolah kata, lembar tabel hitung, pemutar media, dan paket aplikasi perkantoran seperti OpenOffice.org.
Sistem operasi (operating system) misalnya Ubuntu.
Perkakas pengembangan perangkat lunak (software development tool) seperti Kompilator untuk bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti Pascal dan bahasa pemrograman tingkat rendah yaitu bahasa rakitan.
Pengendali perangkat keras (device driver) yaitu penghubung antara perangkat perangkat keras pembantu dan komputer adalah software yang banyak dipakai di swalayan dan juga sekolah, yaitu penggunaan barcode scanner pada aplikasi database lainnya.[4]
Perangkat lunak menetap (firmware) seperti yang dipasang dalam jam tangan digital dan pengendali jarak jauh.
Perangkat lunak bebas (free ‘libre’ software) dan Perangkat lunak sumber terbuka (open source software)
Perangkat lunak gratis (freeware)
Perangkat lunak uji coba (shareware / ‘trialware)
Perangkat lunak perusak (malware)

Rujukan

^ Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa, Departement Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 14 Oktober 2008, diakses pada 13 Maret 2010
^ Pengertian Software (perangkat lunak) Komputer, 17 November 2008, diakses pada 13 Maret 2010
^ Kamus Komputer dan Istilah Teknologi Informasi, 9 Juni 2005, diakses pada 13 Maret 2010
^ Sistem informasi sekolah terpadu

http://id.wikipedia.org/wiki/Software

 

By: Masdhiana S.